![]() |
| crownfil |
Bukan Ayu namanya kalau tidak "menangis". Mungkin memang sudah lama tak bersama, akan tetapi memang hanya kamu yang ada di hati ..
Berawal dari sebuah "persahabatan" yang berakhir dengan sebuah "perpisahan" .. Namun melewati cerita cinta yang .. ya .. begitu indah (⌒˛⌒ ) Ada pepatah yang mencetuskan bahwa "sesuatu yang berawal dengan kebaikan pasti akan berakhir dengan kebaikan juga", dan kuberharap itu benar .. aku yakin bahwa ini bukanlah akhir dari kisah kita.
Akan tetapi aku selalu teringat kata pepatah yang lain bahwa "karma itu ada" dan aku merasakannya .. Aku meninggalkannya untukmu, dan kini kamu meninggalkanku untuk orang lain, temanku sendiri.. ya, aku merasakannya. Sakit memang, tapi apa mau dikata. Ini keputusanmu, yang mau tak mau aku harus menerimanya. Sedih memang, saat kumelepasmu untuk temanku sendiri. Tanpa kau tau bahwa di hatiku masih terukir indah namamu. Memang aku yang bersalah, membiarkanmu menunggu kepastian dariku. Menungguku wujudkan apa pintamu. Namun di saat aku telah berhasil wujudkan itu, kau meninggalkanku. Aku tau sakitmu, namun taukah kamu bahwa aku lebih sakit menerimanya? Tentunya kamu tak ingin tau. Bahkan mempercayaiku saja tak mungkin kau lakukan. Kau lebih memilih mempercayai dia yang bahkan baru saja kau kenal, dibanding aku yang bertahun-tahun bersamamu dalam suka duka. Kau tak percaya aku saja itu membuatku sedih, kemudian kau tinggalkanku, seakan belum puas melihat tangisku, kau paksa aku tuk lupakan semua kenangan bersamamu, inginmu aku tidak lagi berharap padamu. Semudah itukan bagi seorang pria tuk lakukan hal itu? tapi kucoba bertahan, entah karena aku terlalu bodoh atau apa. Aku masih mempercayaimu lebih dari apapun. Masih teringat jelas apa ucapanmu, apa janjimu, dan aku telah mengenalmu dengan sifatmu yang tak pernah ingkar. Berlarilah sekuat yang engkau mampu, hingga lelah menghampirimu. Aku tak akan beranjak, bukan aku menunggu.. Hanya aku ingin persiapkan hati terbaikku, merapikan setiap sisi. Dan bila nanti kita bertemu, hati ini sudah siap untuk kau tempati lagi. Bila suatu saat kau mulai lelah, pejamkan matamu dan ingat aku. Masih ada aku yang peduli padamu. Aku kan setia berdamai dengan kesendirianku, kau boleh acuhkanku, menolak tawaranku, tak inginkan aku di sampingmu, namun jangan kau tolak doaku untukmu. Aku kan senantiasa berdoa untuk kebaikanmu, dan bila aku tak lakukan itu, bukan berarti aku tlah lupakan. Mungkin di saat itu aku tlah menghilang. Bila nanti aku bereinkarnasi, aku ingin menjadi dirimu. Agar aku tau bagaimana rasanya dicintai dengan sepenuh hati oleh seseorang, seseorang yang seperti "aku".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar